Puisi-puisi Fajar Kliwon di Suara NTB

SAJAK

ketika maut menunggangi kuda putih
dari arah laut yang surut
hatiku menyanyikan namamu
kusempurnakan tubuh manusiaku lalu berfirman:

ketika nasib adalah rumah
dan pikiran adalah jalan yang belum kau jamah
takkan pernah ada yang runtuh dan ditelan bumi
takkan ada yang hilang, semua abadi.

ketika maut menunggangi kuda putih
lalu menculikku ke sudut kota entah
kubiarkan tubuh wanitaku melumat birahinya
hobi maut adalah jatuh cinta.

maka hisaplah seluruh hidupku
sebagaimana kau menghisap ketakutan
ketika maut menunggangi kuda putih
dan kau mengira masa depan sebentar lagi terkunci.

2018

 

SENDIRI

bila ruangan bernyawa
takkan ada yang menulis
sepi di dadamu

bila manusia
belajar pada tanaman
takkan ada yang mengutuk hujan

bila sepi
belajar pada kekacauan
takkan ada tempat yang tenang

sendiri adalah jeda
di sela-sela perjalanan panjang
menuju mimpi

2018

 

Di Lorong

di lorong ini
suaraku menjauh
tapi aku tak bisa
ke mana-mana
kata-kata tumbuh
seperti lumut
kata-kata yang mungkin hijau
di mana selalu ada jasad-jasad
menggeliat dan memperkenalkan diri
“aku bukan siapa-siapa”
tapi, kita selalu menyebutnya nasib.
lorong adalah ruang di mana aku hidup
aku dihidupkan kata-kata.

2018

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account