Puisi Untuk Massa

Kekejaman Negara ini semakin jadi setiap harinya. Yang dulu belum usai ditambal, sekarang ditambah lagi lubangnya. Sejumlah RUU melambangkan kekakuan kita terhadap dunia: hitam-putih. Dunia yang semakin berwarna ditanggapi hitam-putih oleh pemerintah Indonesia.

Masyarakat bergejolak, seperti bara yang disiram minyak tanah. Ditambah lagi kejadian beberapa waktu silam. Bara itu semakin menyala dan turun ke jalan-jalan, menjadi perasaan yang terus berkeliaran di kepala orang-orang muda, orang-orang tua, mau yang miskin dan juga kaya, menghanguskan pagar-pagar oligarki dan menghangatkan malam-malam panjang para ploretariat.

Mereka meneriakkan tuntutan, juga puisi-puisi yang geram. Puisi-puisi itu melengking bukan hanya di telinga, tetapi juga di hati rakyat. Puisi yang menggerakan kaki-kaki rakyat. Kata-kata yang berubah menjadi keyakinan. Puisi-puisi Widji, Rendra, merambati tembok-tembok, dan menggetarkan trotoar. “Hanya ada satu kata, lawan!”, lalu “Maksud baik saudara untuk siapa?” menggaung terus menerus.

Tapi di mana puisi hari ini? Banyak puisi yang beredar secara popular, tidak membicarakan penderitaan-penderitaan rakyat, tidak mempertanyakan letak keadilan. Seakan-akan tema semacam itu hanya warisan-warisan penindasan masa lalu. Penindasan orba yang melahirkan puisi-puisi pamplet dan bunyi perlawanan. Tapi di mana puisi pergerakan berdiri hari ini?

Kami melihat kebanalan itu, dan di Reboan sore itu, kami putuskan untuk melawan. Menulis puisi pergerakan. Penulis muda ASAS dengan sikap dan perlawanannya untuk mendukung pergerakan Indonesia. Dan kelak, bukan hanya Widji dan Rendra yang terus terdengar gaungnya di aksi-aksi massa. Tapi penulis muda juga mampu dan berdaya. Sastra dapat mencapai hakikatnya: menyentuh masyarakat dan menanggapi perubahan sosial.

Puisi-puisi tersebut akan dibagikan secara masif pada tanggal 30 September 2019. Mengingat September Hitam dan tanggal aksi besar kemungkinan akan dilangsungkan. Semoga puisi ini akan terus menjadi perjuangan masyarakat yang akan terus di kenang.

ASAS UPI

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account