Sajak-Sajak Angga Prihayadi

Bapakku Seorang Montir

Setiap malam adalah luka perih
di dalam perut
Menunggu bapak pulang
bawa uang buat makan

Saya sering ketiduran di kursi
Tak tahu kapan bapak datang
Dan ketika pagi terbangun
bapak tidur

Pernah kita berbicara
Tapi bapak terlalu serius tentang uang
“Kuliah yang serius, ijazah bisa jadi bungkus gorengan
atau senjata atau jaminan gadai buat dapat uang banyak”

Saya bertanya
dibawa ke mana bapak
oleh perusahaan Jepang dan Cina
padahal bapak lulusan SMA
yang baru ngerti mesin dan bahasa mereka

Jam empat subuh
Saya masih di ruang tamu
Mondar-mandir nunggu kabar

Tak lama bapak menelpon
Bilang tak pulang
Saya bicara sendiri
kami memang miskin.
Seberapa besar gaji montir yang tak pulang tiap hari?
Bapak ingin mengumpulkan uang sebanyak apa?

2016

 

* Sajak “Bapakku Seorang Montir” tergabung dalam buku antologi puisi bersama Koda untuk Chet Baker (2016).

***

Kuliah

Dada saya sering
sakit setelah lari
di tangga untuk
mencari kelas
dan belas kasih dosen
untuk bisa absen

Mata saya banyak
menutup sebab tugas
yang masih menempel
di kelopaknya

Bibir saya bicara sendiri
sebab tidak sempat makan
diburu waktu
atau sebab teman kelas
yang memperhatikan
dirinya sendiri
di dalam cermin

Tangan saya gemetar
mencatat ingatan
mencatat bibir
teman yang sedang
menjelaskan materi
yang tak ia kuasai
dan mencatat gerak
tubuh dosen yang
tidak yakin dengan ucapannya

Saya bosan menjadi
kuli yang diupah
senyum dosen
atau
penerimaan dari teman
atau ijazah

2018

 

* Sajak “Kuliah” diterbitkan di Zine ASAS UPI, Waswasulkarim.

***

Jemuran dan Kuburan

Di Bandung Utara
Belakang terminal
Jemuran dan Kuburan
Berebut tanah

Saat lebaran
Yang ziarah nangis
Di atas kuburan

Hari biasa
Baju di jemuran nangis
Di atas kuburan

Waktu kurban
Darah sapi muncrat
Ke jemuran dan kuburan

Jemuran dan kuburan
Jadi kawan

Karena akan ada penggusuran
Mereka menangis seharian

2017

 

* Sajak “Jemuran dan Kuburan” meraih juara 2 pada lomba yang diselenggarakan oleh Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMBI) tahun 2017.

***


Angga Prihayadi, sekarang malah jadi mahasiswa ISBI. Nulis tetep jalan. Salah satu dari anggota persekutuan Oioi Internasional. Juga seorang Bassist Keshir.

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account