Sajak-Sajak M. Arfani Budiman

Doa Senja
 
selembar cahaya turun
dari pusaran langit membentuk
setiap detak rindu terbang
bersama kepulan asap
secangkir kopi setia
menembus setiap tetes luka
mengalir dalam butiran waktu
wajahmu begitu lembut
menari bersama jemari angin
kelopak mawar ditaburi warna kesumba
mampu melukis setiap kemurnian kata-kata
senja yang kudus hatiku hangus
adalah alamat pulang menuju rumah kesedihan

2018

 

Zikir Sunyi
 
denting gitar menembus belukar malam
berdetak di antara jam tua memandang
setiap dinding putih begitu jelas
warna kesedihan terbentuk dari muara waktu
selembar doa jatuh bersama bunyi jangkrik
menandai setiap zikir sunyi berkumandang
dari atap masjid lalu aku ingat merah kerudungmu
seperti darahku begitu merah saat kelopak mawar
tumbuh di matamu dan cinta seperti peluru kata
tertancap menuju samudera kesunyian

2018

 

Kasidah Sabit
 
garis langit membentuk bayang wajahmu
menemukan setiap tumpukan rindu
dari luasnya telaga mengalir putih cinta
malam ini waktu yang tepat mengasah takdir
membunuh setiap lubuk luka dengan kecupan kata
begitu merah warna bibirmu seperti warna kesumba
begitu sabit terbit di matamu maka rekahlah kelopak
mawar itu sebagai pengantin sunyi memberikan
kesedihan pada irama metafora

2018

 

Muhammad Arfani Budiman, aktif bergiat di ASAS UPI.

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account