MENCATAT DEMAM

MENCATAT DEMAM

I

Segalanya tak pernah seganjil ini:
sebuah jam bergegas ke arahku
tak ada yang datang
tak ada yang kusebut seseorang.

Dalam degup, waktu gugur batu
mengetuk-ngetuk, merejang
kemudian kutemukan namaku
terputus-putus, hampir hilang. 

II

Di ranjang, cuma ada derit
dan jaket parasit yang berkerisik:
Tuhan barangkali sedang berbisik. 

III

Sepi kerap jadi ilusi:
saban kali peluk diketatkan, tangan
sedingin gerak tamat sebangkai mayat.
Hujan di luar, orang-orang yang kuingat
semua adalah jarum-jarum morfin menyengat. 

IV

Siapakah yang sedang kuucap-ucap ini?
Sedang dalam igau, silsilah juga nama-nama kacau. 

2014 – 2016

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2016

or

Log in with your credentials

Forgot your details?