MENCATAT DEMAM

MENCATAT DEMAM

I

Segalanya
Tak pernah seganjil ini:
Selepas matahari dan malam
Membesarkan jasadku yang layu
Tak ada jam-jam datang
Tak ada yang kusebut seseorang.

Sedang dalam debar, batu-batu gugur
Jadi namamu. Jadi namamu.

II

Pada hari-hari yang menyakitkan ini
Pada setiap bunyi jaket parasit
Dan ranjang berderit ini:

Tuhan adalah bisik-bisik
Dan aku insan yang tertidur
Menyimaknya.

III

Saban kali peluk diketatkan,
Tangan-tanganku ialah kematian.
Selalu bergetar oleh sentuhanmu.

Dan sekian orang yang kuingat
Dan seribu hujan di luar
Semua adalah jarum-jarum morfin menyengat.

IV

Siapakah yang sedang kuucap-ucap ini?
Sedang dalam igau, kata-kata dan jam berlarian
Seperti kiamat kecil yang kacau.

2014 – 2018

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account