Suara Adzan

Yang kurekam dari punggung-punggung bukit itu adalah jumbai
daun bambu,

runcing ujung ilalang, dan sulur-sulur paranggong waluh

Angin dari timur meniupkan udara sangar yang mulai luluh di
ujung senja

dan suara tonggeret menggeret langit jingga

 

Kemudian tonggeret ditelan suara adzan

dan suara adzan ditelan suara adzan lainnya

Angin dari timur sebentar kencang sebentar pelan
membolak-balik suara-suara itu

saling menelan, saling menimpal, saling menghegemoni dengan
penahbisan panggilan

Ke corong yang mana harus kutunaikan panggilanmu, Tuan?

 

Mega masih kemerahan

Selembar daun bambu jatuh

kemudian rebah di tanah

Ah, panggilan sejati

khusus dan istimewa darimu.

 

Pamoyanan, 28 Juli
2015

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account