Beberapa puisi Gabdulla Tuqay

PENGARUH

Di saat paling sulit dan keras dalam kehidupan;

jika aku terbakar dalam api rindu dan kepedihan

cepat kubaca sebuah bagian indah dari al-quran.

Seketika seluruh luka direnggut

oleh tangan gaib yang terulur dari jiwa.

Bahkan seluruh keraguan terbang dari hati dan aku pun menangis:

dengan tangis suci kuurai mutiara di pipi;

hatiku sungguh bersih, kubaca iman dan menjadi seorang mukmin;

rasa nyaman melingkupi: aku terbebas dari beban berat menghimpit ini;

Ya Allah! Segala yang kau larang sepenuhnya tertolak dan rusak, ucapku.

Aku pun bersujud dan berkata “Allah Maha Benar! Allah Maha Besar!”

 

YA BAHASA IBUKU!

Ya, bahasa tercinta

ya, bahasa ibuku mempesona!

Kau mungkinkan aku mencari pengetahuan

tentang dunia, sejak aku masih muda.

 

Saat kanak dulu, saat sulit kupejamkan mataku

ibu meninabobokan aku

dan nenek menceritakan kisah-kisah kepadaku

sepanjang malam, demi lelapnya tidurku.

 

Ya, bahasaku! Kau kerap kujunjung

dalam kemalangan dan keriangan

kupahami dan kuhargai kau penuh gairah

sejak aku masih bocah.

 

Dalam bahasaku, aku belajar penuh sabar

agar dapat kuungkap keyakinan dan berujar:

“Ya, Pencipta! Berkatilah orangtuaku

dan jauhkan aku dari dosa-dosaku!”

 

PERJANJIANKU

Kembalilah, ya jiwaku yang tenang! Bertobatlah pada Tuhanmu!

Kini kau harus kembali pada-Nya, mengikuti perintah-Nya!

Kawan, kerabat, katakan pada para mullah:

Bahwa mereka akan membaca dua syair ini di kuburku.

Orang-orang tak beriman akan sangat heran mendegar kata-kata terakhirku:

Lihatlah betapa keyakinan dan al-quran memenuhi jiwaku!

 

Biodata

Gabdulla Tuqay (1886-1913) adalah sastrawan Tartar. Ia merupakan seorang penyair dan kritikus. Tuqay yang mati muda selalu dianggap sebagai sastrawan terbesar Tartar. Anggapan demikian muncul lantaran keberhasilan Tuqay mendobrak tradisi sastra Tartar dengan menggunakan bahasa yang lebih segar dan modern dalam karya-karyanya. Di Indonesia, posisi Tuqay—juga umurnya yang pendek, 27 tahun—mengingatkan kita pada Chairil Anwar.

 

 

 

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account