Menuliskan Kopi ke Dalam Puisi

melarikan diri ke dalam kopi
aku melihat hitam malam begitu luas dan welas asih
sejumput pahit menempel di langit-langit mulut
tanpa rasa manis, gula hanyalah butir-butir bening yang sunyi
seperti bulir-bulir nasib, adakalanya berhimpun hangat
atau seringkali butuh tersesat dan sendiri

kata-kata juga perlu ledakan
memerdekakan sisi keras dan kasarnya
bebas menyerang udara sebagaimana liar aroma
uap kopi
tangkas dan menyengat

sendiri dan memanggil kenangan bukanlah kombinasi yang
baik untuk menghayati kesedihan
sejumput pahit masih bertahan menempel di langit-langit mulut
ketahuilah, kopi tak sepenuhnya pekat hitam
ia putih terang dan matang, sisa warna gelapnya tak lain
dari ketulusan dan pengorbanan itu sendiri

menyerahkan diri ke dalam puisi
aku mendapati tuhan teramat penyabar begitu mahasabar,
lagi mahasendiri

2016

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account