Fajar Kepada Azura

(Ilustrasi Jackson Pollock)

write because you exist – Michael Faudet

 

Seperti Qabbani yang mencintai puisi
telah kucintai seluruh kata-katamu
dalam sepucuk surat singkat
menjelma denting kecapi
di senyap kamar pikiranku
lebih manis dari wangi kesturi.

Aku dekati muka jendela mencari bintang
mayang matamu, dalam temaram langit Batam
meski tak pernah kusentuh lengkung alismu.
Laut nampak tenang meski gelap mengancam
tak ada orang-orang dengan langkah tergesa
di sepanjang gelisah malam pelabuhan
hanya dingin meretas di tiang-tiang cuaca.

Pukul 03.55, mulai kususun suaraku yang sakit
dalam selembar kertas basah oleh kedua mataku
sebelum camar-camar kembali berterbangan
dan kapal-kapal berlayar ke benua-benua asing.
Betapa perih mendengar rintih waktu
seperti pisau yang diasah di atas batu
menancap di kiri dadaku.

Dan kususun suaraku dengan tangan gemetar
bayang lembut wajahmu memancar
seperti bintang fajar, menerangi langit puisiku
yang muram, memeram ingin
yang mungkin takkan sampai padamu.

2016

1 Comment
  1. Zulkifli Songyanan 3 tahun ago

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© ASAS - 2018

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account